Siapa Adian Napitupulu ?

loading...

Siapa Adian Napitupulu, seru banget lihat video di Mata Nazwa mengenai debat antara Adian Napitupulu dengna A.Yani mengenai pencapresan Prabowo dan Jokowi. Adian yang berada dikubu Jokowi mampu mematahkan statmen dan argumen dari A.Yani yang jor-joran membela Prabowo. Cara bicara yang tajam membuat lawan bicara bisa mati kutu jika beradu debat dengannya. Dan korban Adian Napitupulu yang paling gokil adalah Ruhut dan Sutan Batugana.  Berikut ini mari kita ketahui siapa Adian Napitupulu.

Adian Yunus Yusak Napitupulu, SH adalah putera ketiga dari 4 putera pasangan Ishak Parluhutan Napitupulu, SH dan Soeparti Esther. Ayahnya adalah pegawai negeri sipil yang sempat menjabat sebagai Kepala Kejaksaaan Negeri di Kotamobagu (Sulawesi Utara), Barabai (Kalimantan Selatan), Kupang (Nusa Tenggara Timur) dan terakhir menjabat di Kejaksaan Agung RI sebelum pada akhirnya meninggal dunia pada saat Adian baru berusia 10 tahun.

adian napitupulu

Aktivitas pergerakan Adian dimulai pada akhir tahun 1991 ketika ia bekerja menjadi buruh dengan upah Rp 3.000 / hari di pabrik kayu di Total Group di kawasan Industri Marunda. Setelah ditangkap pukul 2 pagi dan di tahan di Polsek Cilincing Jakarta Utara dan dinterogasi terkait keterlibatannya dalam 5 kali Demontrasi dan pemogokan di Pabrik, Adian kemudian diberhentikan dengan tidak hormat.

Tahun 1992 Adian mendaftarkan diri dan diterima menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta. Dua tahun Berikutnya Adian beserta 4 orang kawannya membentuk Kelompok Diskusi Prodeo di sebuah rumah petak ukuran 4 x 8 meter di daerah Kramat Jati. Kelompok Diskusi ini dibiayai dari oleh 3 Supir dan 6 Kondektur bis PPD dari Depo H Simpang Hek Jakarta Timur.

Saat terlibat aksi Solidaritas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus Sri Bintang Pamungkas yang terkait Demonstrasi anti Soeharto di Dressden, Jerman, Adian kembali ditangkap dan di interogasi di Polres Jakarta Pusat.
Pada tahun 1996 saat Adian bersiap menyelesaikan kuliahnya dan sedang menyusun Skripsi, ia justeru mengorganisir Petani sawangan dan bergabung dalam Posko Pemuda – Mahasiswa yang menjadi satu-satunya Posko Non Anggota PDI dengan wilayah kerja menggalang dukungan solidaritas Rakyat terhadap Megawati Soekarno Putri. Ketika kantor DPP PDI diserbu aparat dan pendukung Suryadi pada tanggal 27 Juli 1996, Adian menggalang perlawanan bersama dengan kawan-kawan mahasiswa Fakultas Hukum UKI yang terlibat bentrokan dengan aparat sejak pukul 10 pagi hingga pukul 20 WIB. Sejak hari itu kampus FH-UKI menjadi salah satu konsentrasi sweeping

Aparat Militer.
Bersama sekitar 15 orang kawan dari kampus UKI, UNTAG dan APP, Adian bersembunyi di sebuah rumah di Jakarta selatan. Dua minggu kemudian kelima belas aktivis itu dipecah tiga, Adian bersama 4 orang bersembunyi di daerah Bekasi. Setelah 1 minggu bertahan di Belasi, Adian bersama kawan-kawannya leri bersembunyi di sebuah gunung di wilayah Jawa Barat.

Awal Oktober 1996 Adian kembali berkumpul dengan kawan-kawannya dan mengumpulkan aktivis-aktivis Jakarta yang tercerai berai untuk mulai menggalang kembali Demonstrasi Solidaritas terhadap penyerbuan kantor DPP PDI. Demontrasi pertama dilakukan pada tanggal 28 oktober 1996 di Gedung Sumpah Pemuda. Untuk ketiga kalinya Adian ditangkap dan diinterogasi di Polres Jakarta Pusat.

Akhir 1996 Adian bersama kawan-kawannya membentuk Lembaga Bantuan Hukum Nusantara Jakarta dan mulai terlibat melakukan pendampingan dan pengorganisasian terhadap Korban SUTET di desa Cibentang, Parung Jawa Barat. Saat selesai mendampingi warga dalam salah satu aksi SUTET ke kantor PBB di Jalan Sudirman menjelang Pemilu 1997, Adian bersama kawan-kawannya berniat menonton Sepak Bola di GOR Senayan kemudian terlibat pertengkaran dengan Aparat militer. Sekitar 60 menit Adian di interogasi, pukuli, di rotan dan ditendang bergantian di jalan umum oleh sekitar 6 orang Aparat Militer bersenjata sebelum akhirnya dilepas dengan bibir pecah dan beberapa bekas tendangan di dada dan tiga luka di wajah.

Penganiayaan terhadap Adian yang saat itu sudah menjadi Sekretaris Eksekutif LBHN Jakarta kembali berulang di saat kampanye terakhir Golkar ketika Pemilu 1997. Bermula dari penolakan Adian terhadap paksaan massa Golkar untuk menujukan jari tengah dan telunjuk (No 2 / Golkar), Adian kemudian di pukuli di atas bis kota PPD 46 lalu ditarik paksa turun dari bis dan dikeroyok ditengah jalan oleh belasan Anggota Golkar di daerah Cawang Atas Jakarta Timur. Beberapa minggu dari peristiwa itu, Desmon J Mahesa, Direktur Eksekutif LBHN Jakarta, hilang di Culik. Melihat situasi tersebut, maka Adian memutuskan untuk tidak lagi berkantor. Seluruh perlatan Administratif berada dalam satu tas besar yang selalu siap dibawa berpindah-pindah.

Akhir 1997 situasi ekonomi negara mulai memburuk, para aktivis yang tercerai berai tampak mulai berdatangan satu-persatu ke Jakarta. Komunikasi mulai dijalin kembali, pertemuan menjadi semakin intensif. Adian mulai menghubungi beberapa kawan-kawan untuk membuat pertemuan aktivis-aktivis kampus. Sebagian besar merasa Pesimis tentang Ide tersebut, beberapa yang lain tetap Optimis. Tetapi pada akhirnya, sekitar bulan Januari 2007 pertemuan pertama bisa dilakukan di kampus ISTN dengan dihadiri oleh perwakilan 6 kampus, yaitu UKI, ISTN, APP, ABA-ABI, Univ Kertanegara dan Unija. Pertemuan pertama itu menjadi Embrio lahirnya Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek atau FORKOT.Pertemuan kedua IAIN, IKIP, UNAS bergabung. Dari pertemuan ke pertemuan, jumlah kampus semakin banyak. Setiap pertemuan selalu mengagedakankan aksi yang tersebar di berbagai titik dengan massa yang mulai membesar. Intensitas pertemuan menjadi semakin Tinggi, jumlah massa semakin membesar hingga mulai di coba pada aksi yang lebih terorganisir dan terukur, antara lain, Aksi keluar dari kampus, aksi di satu titik (UKI Cawang), lalu aksi di 6 titik, hingga aksi bentrokan dan terakhir pendudukan DPR-MPR.

Pendidikan:
SMPN 166 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 49 Jagakarsa, Jakarta Selatan.
SMUN 55 Duren Tiga Jakarta Selatan.
Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia.

Organisasi dan Aktivitas :
– Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia 1992.
– Pendiri kelompok Diskusi ProDeo 1994.
– Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Kristen Indonesia 1994.
– Posko Pemuda dan Mahasiswa (DPP PDI Jl Diponegoro 58) 1996.
– Sekretaris Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN)Jakarta 1996.
– Pendiri Aliansi Pemuda Indonesia(API) 1996.
– Penggagas dan Pendiri Komunitas Mahasiswa Se Jabotabek (Forum Kota / Forkot) 1998.
– Penggagas Pendudukan Gedung DPR/MPR 1998.
– Penggagas Aksi Rakyat Bersatu (AKRAB) 1998.
– Penggagas Rembuk Nasional Mahasiswa Indonesia I (RNMI I) Denpasar 1999.
– Penggagas Jaringan Kota tahun 2000.
– Penggagas dan Pendiri Solidaritas Advokasi Korban SUTET Indonesia (SAKSI) 2004.
– Sekjend 98 Center 2005.
– Pendiri Kota Law Office 2007.
– Pengagas dan pendiri ARBAS (Aliansi Rakyat Adili Soehato.
– Penggagas Pertemuan Nasional Aktivis 98 tahun 2007.
– Sekjend Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (PENA’98) 2007.

Incoming search terms:

  • #####################
  • nadian napitupulu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *